Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Indahnya hari ini bukan kita berkehendak tapi dengan usaha dan berdoa kepada Allah maka indahnya rencana yang kita susun bisa terlaksana dengan kehendak-Nya karena Allah memberikan yang terbaik dan tepat pada waktunya kepada setiap makhluknya.....

Selamat Datang di blog ini mudah-mudahan ada yang bisa di ambil...
"umua baru sataun jagung, darah baru satampuk pinang, denai ketek jolong baraja, kok ado salah tolong di ingek-an"
Selamat menikmati...

Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Februari 2011

Sebuah Perjalanan Kepemimpinan (part 2) "Nasehat Sang Kakek"


1 February 2010

Hari ini cuaca cukup bagus ia pun memulai langkahnya ke kampus yang merupakan tempat segala amanah baginya sekarang, baik sebagai amanah orang tua untuk mengobati jerih payahnya di kampung yaitu title “ SARJANA” anak nya, baik itu sebagai teman bagi kawan2nya dikampus, baik sebagai mahasiswa dengan dosenya dan amanah tambahan pada hari yang lalu sebagai ketua umum BEM Fakultas yang belajar untuk menjalani amanah itu sebaik-baiknya.

Hari yang baru pun dimulai, hari ini ia masih sendiri karena teman yang akan bergerak bersama dalam satutahun kepengurusan belum terbentuk…

Langkah pun seusai kuliah yang biasanya  langsung pulang, tidak bisa dilaksankan, ia pun melangkah ke sekre BEM untuk melihat-lihat kondisi dan ia melihat beberapa surat masuk diatas meja ketua umum itu.
Ia pun mulai membacanya satu persatu, dan mencoba menadainya di buku agenda yang dahulunya jarang di isinya.

Sembari hari itu berjalan dengan kesibukan melihat surat dan berfikir mau di mulai dari mana kepengurusanya, ia teringat dengan sebuah kisah dimasa kecilnya..

Ketika itu jum’at, disebuah masjid di sebuah desa
“kakek sama kita kemesjidnya” ujar sang cucu pada kakeknya
Dengan langkah pelan sang kakek menungu cucunya yang berlari mendekatinya
Mereka berjalan ke masjid tempat biasa mereka jum’at-an
Sesampai di masjid sang kakek melakukan sholat 2 rakaat, begitu juga sang cucu
Sembari menungu katib naik mimbar dan khotbah jum’at di mulai, sang kakek dengan dinginya merangkul  cucu laki-lakinya itu, dan memijat-mijat cucunya itu
Percakapan pun dimulai pada saat itu
“ kek, kenapa jarang anak seusia aku ini datang ke masjid kek” ujar si cucu
“ aku pun ke masjid ini karena di suruh sama papa tuh ( bibirnya yang di majukan menunjuk papanya yang sedang sholat di saf k 2) kek, kalau ngak mungkin ngak ke masjid” tambah si anak
Sang kakek pun tersenyum dengan pertanyaan cucunya itu.
Kemudian sang kakek memulai perkataanya, karena memang sang kakek ini  adalah tipe orang yang sedikit bicara alias pendiam.
“ cucuku pernah dengar guru ngajinya bilang ini ngak, jika anak mu telah berusia 7 tahun (akhil baliq) dan masih juga tidak mau mendirikan sholat maka pukul lah dia” ujar sang kakek
Sang cucu pun berfikir apa yang pernah di ucapkan guru mengaji di TPA-nya, karena kebetulan usianya sekarang 7 tahun lebih.
“ ia kek ada” jawab si cucu
Sang kakek pun tersenyum dan katib pun naik mimbar dan cerita itu terputus sampai disana.
Sepengal kisahnya di penantian waktu katib jum’at naik kemimbar tanda shlat jum’at sudah dimulai pada masa kanak-kanaknya itu kembali mengingatkanya akan nasehat kakenya itu.

Namun ia teringat akan kebingunganya pada masa itu yang akhirnya ia pergi ke tempat kakeknya sepulang dari shalat jum’at, kemudian ia bertanya maksud dari kalimat kakenya itu, Alhamdulillah sang kakek pun menjelaskan, maksud dari perkataan sang kakek pada saat penantian katib naik mimbar tadi adalah makna PENGONTROLAN, PENGORBANAN dan KETAULADANAN dari orang tua pada anak tehadap perintah wajib sholat, agar si anak tidak di pukul karena melalaikan sholat maka ajak lah ia bersama dengan kita (orang tua), sehing perintah itu pun di contoh oleh sang anak nantinya, itu maksud sang kakek, kalau tidak juga baru lah di pukul , itulah yang disampaikan sang kakek pada masa itu.

Tidak hanya pengontrolan dan ketauladanan saja yang ia ambil akan cerita sang kakek,ada bebrapa hal juga yang ia coba pahami, yaitu kalau mau memulai sesuatu yang baik, kalau HATI kita BELUM bisa menerimanya maka PAKSA lah ia untuk melakukanya, insyallah PUPUKAN ke IKHLASAN akan LAHIR nantinya, sama halnya dengan anak yang sudah akhil baliq yang belum mau mendirikan sholat maka pukul lah dia, sebuah keterpaksan namun sembari berputarnya waktu keterpaksaan itu berubah menjadi ke ikhlasan.

Hikmah yang coba ia rangkai ulang itu pun ia coba menjadikan dasar untuk melaksanakan satu tahun kepengurusan BEM….

Pengontrolan…..
Pengorbanan…..
Ketauladanan….

Dan sedikit memaksa hati untuk menjalankan amanah yang berat ini karena memang ia kurang bisa berdiri didepan podium, bisa salah-salah perkataanya, dan ia pun belum bias menjadi orang yang adil yang di maksudkan Allah SWT.

Maka untuk itu, butuh sedikit paksaan agar belajar terhadap kekuranggan itu…
Silahkan ambil hikmah dari pengalan cerita singkat hari  ini, maaf jika kurang tepat bahasa yang digunakan.... Insyallah cerita akan dilanjutkan sampai kemimpinan itu di coba dan di tempa.....

To Be Continued........

Minggu, 06 Februari 2011

Sebuah Perjalanan Kepemimpinan

Cerita ini menceritakan sebuah penggalaman dalam merangkai dan menjalankan sebuah organisasi yang ada di kampus

Perjalanan  itu bermula kepada seseoarng yang diamanahkan sebagai Ketua di BEM Fakultas yang berada di sebuah Universitas  yang ingin menjadi  rujukan oleh semua kampus yang ada.

31 January 2010,

Disebuah gedung, cerita kepemimpinan itu dimulai…

Walaupun di hari-hari sebelumnya dia telah di nobatkan jadi ketua, hal ini di sebabkan calon yang di naikan di fakultas hanya satu, sebuah pembelajaran sudah bisa diambil, yaitu “ AKLAMASI” status ini sudah dua kali terjadi di kampus itu, namun itu semua tidak ada jeleknya paling tidak belajar pemilihan pemimpin di zaman Nabi Muhammadh SAW yang insyallah akan terujut lagi…

Kembali kepada kondisi di gedung tadi..

Tepat pada pukul 16.00, ketua BPU Fakultas menyampaikan “nama ini” menjadi Ketua Umum BEM Fakultas.

Ketika hal itu di sampaikan teringatlah oleh nya masa-masa kampanye (walau satu orang pengenalan berupa kampanye tetap dilakukan) dimana masa tersebuat ia berlatih bagaimana bicara di depan audiens karena ia memang bukan orang yang rileks dan santai untuk bicara didepan orang banyak dan alhamdullillah masa itu bisa di gunakan dan dimanfatkanya..

Satu hal lagi yang terlintas dipikiranya, “kenapa ia dicalonkan menjadi ketua” alhasil jawaban itu pun di temukan, ia harus bisa menjadi pemimpin yang “adil dan bijak”, itu lah yang harus di pupuknya, jawaban itu pun membuat dia teringat dengan kisah yang pernah didapatnya, pikiranya pun melayang…

                Ada seorang anak dengan bapaknya, pecakapan pun dimulai..
                “ Pa, koq pak RT nya ngak adil sih pa?” Tanya si anak.
                “ Tidak adil Gimana?” siayah pun balik bertanya.
                “ Tuh liat pupuknya tidak sama dikasih” ujar si anak
   Bapaknya pun tersenyum, berfikir gimana menjelaskan pada anak yang baru berusia 7 tahun itu.
   “ Begini anak ku, pak RT nya adil” jelas si ayah
   “ Ngak pa” potong si anak
   “ Sekarang coba dengar dulu penjelasan papa”, anak itu pun serius untuk mendengarkanya.
   “ Begini, di rumah kita ada berapa?” sedikit pertanyaan si ayah
   “ Ber-4 pa?” jawab si anak
   “ Siapa aja?”
   “ Papa, mama, kakak dan aku” ujar si anak
   “ Kakak mu kelas berapa?” Tanya ayahnya lagi
   “ SMA kelas 3, pa” dengan jelasnya si anak menjawab.
   “ Kalau papa punya uang 100 untuk biaya sekolah kalian, berapa harus papa kasih sama kamu dan  
      kakak?” pertanyaan pun keluar lagi
  Si anak pun ber fikir….
   “ Uang sekolahku 20 ribu sedangkan kakak 70 ribu…. “
  Ayahnya pun tersenyum melihat anaknya bicara sendiri
  “ Oke lah ayah kasih kamu 50 ribu dan kakak 50 ribu juga, gimana? Kan adil tu udah di bagi dua” 
     potong siayah.
 Anaknya pun menganguk mengeleng dan menjawab “ ngak pa, kalau gitu uang sekolah kakak ngak 
  cukup pa, aku 25 ribu kakak 75 ribu, itu baru adil pa” ujar si anak
 Ayahnya pun tersenyum “ udah tau berarti keadilan itu tidak harus sama besar..” ayahnya coba 
 menyimpulkan
 “ Tapi yah apa hubunganya dengan petani itu?” sangah anak dengan muka kebingungan
 “ Hubunganya adalah luas sawah mereka tidak sama besar, sama halnnya dengan uang sekolah 
    antara kamu dan kakak, sehingga pembagiaan pak RT nya seperti itu, seperti jawaban kamu tadi 
    terhadap uang 100 ribu papa”
 “oooooo… hahahaha, ia yah” jawab sianak dengan senyum gembira.

Cerita itu pun membuatnya terhening memikirkan kesimpulan akhir ayahnya, pikiranya pun terputar-putar dan muncullah perkataan “ Keadilan itu tidak harus SAMA BESAR tapi sesuiakan dengan KEMAMPUAN DAN PENCAPAIAN YANG DI INGINKAN, baik dalam KEGIATAN maupun penyelesaian MASALAH”, itu dia kata nya.

Ketika pikiran-pikiran itu ber main di otaknya, ia pun di silahkan untuk maju kedepan menyampaikan pidato kenegaraanya…

Ia pun maju, sesampai di depan, kata yang di ucapkanya “ innalillahi wa innailaihiraji’un” ia menyatakan jabatan ini adalah amanah yang harus dipikul dan harus dipertangung jawabkan pada sang Khaliq yaitu ALLAH SWT. Pidatonya pun dimulai puja puji pada Allah dan swalawat pada nabi Muhammadh SAW membuka pidato itu, paparan pun mulai ia sampaikan baik terkait dengan pergerakan mahasiswa sekarang, visi dan misi yang dikupas dan cara mencapainya serta mohon bantuan dari rekan-rekan mahasiswa di fakultas itu.

Dan hari itu pun di tutup dengan suka dan dukanya tersendiri….
Silahkan ambil hikmah dari pengalan cerita singkat hari  ini, maaf jika kurang tepat bahasa yang digunakan.... Insyallah cerita akan dilanjutkan sampai kemimpinan itu di coba dan di tempa.....

To Be Continued..........
                

Jumat, 31 Desember 2010

PERGERAKAN MAHASISWA



Sekelumit Tentang Mahasiswa

Arbi Sanit
 menyebutkan bahwa
 mahasiswa adalah kekuatan potensial karena beberapa hal
  1. Mahasiswa yang memperoleh pendidikan terbaik
  2. Mahasiswa merupakan kelompok yang paling lama menduduki bangku pendidikan
  3. Kehidupan kampus mementuk gaya yang unik di kalangan mahasiswa
  4. Mahasiswa merupakan kalangan elit di kalangan angkatan muda
  5. Meningkatnya kepemimpinan tidak terlepas dari perubahan orientasi masyarakat
Edward Shill mengkategorikan mahasiswa sebagai lapisan intelektual yang memliki tanggung jawab sosial yang khas

Fungsi mahasiswa
Agent of health
"Jika Kau Ingin Menjadi Seorang Dokter Kau Harus Merawat Pasien Sebaik Kau Merawat Penyakitnya"     (Patch Adams)
Agent of Chang
“Tempat terpanas di Neraka Disediakan untuk mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis melanda" (Dante)
Agent of Development
"Kita di Masa depan Adalah orang yang memiliki pekerjaan membanggakan. Suatu pekerjaan yang sempat menjadi cita-cita banyak orang. warna seragam kita nanti sudah menunjukkan betapa mulia dan berharganya aktivitas kita dan siraman warna putih itu telah membuat semua orang dengan rela menyandarkan kepercayaan pada kita"
(EKo Prasetyo dalam "Orang Miskin dilarang Sakit", REsist book 2004, dengan sdikit perubahan)
Pergerakan Mahasiswa
         


        Pergerakan mahasiswa adalah sebuah tapakan langkah yang dilakukan mahasiswa untuk merubah peradaban ke arah yang lebih baik. Pergerakan ini berlandasan ketulusan hati mahasiswa tanpa ada sedikit pun membawa kepentingan yang tidak sesuai dengan fungsi mahasiswa itu sendiri. Oleh sebab itu pergerakan mahasiswa telah banyak melahirkan perubahan, hal ini terbukti dari sejarah-sejarah bangsa yang “dilakoni” oleh pergerakan mahasiswa

         Kenyataan hari ini mengindikasikan bahwa telah terjadi penurunan grafik fungsi mahasiswa di tengah–tengah masyarakat. Saat ini beredar paradigma bahwa mahasiswa dianggap sudah tidak bisa lagi mencerminkan jati dirinya sebagaimana peranan yang diharapkan dari mahasiswa. Sebagai contoh, banyaknya mahasiswa yang sudah tidak lagi mengindahkan peraturan–peraturan tata tertib kampus, adanya hubungan silaturahmi yang tidak terjalin dengan baik sebagaimana yang diharapkan seperti hubungan antara mahasiswa dengan mahasiswa ataupun mahasiswa dengan para staf pengaja dan masih banyak hal-hal lain yang bisa diliat.. Inilah kondisi kita, oleh sebab itu kita perlu kembali meluruskan arti penting dari sebuah peranan mahasiswa sebagai iron stock, agent of change, dan social kontrol ditengah-tengah masyarakat kampus ini Agar kita benar-benar mampu berperan sebagai agen perubahan bagi bangsa kita agar tidak hancur atau bobrok

Hal Yang Harus Di Perhatikan Mahasiswa

Attitude               = 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100

Leadership          = 12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97
Wordhard           = 23+15+18+4+8+1+18+4 = 91
Money                 = 13+15+14+5+25 = 72

A = 1
B = 2
C = 3
D = 4
E = 5
F = 6
G = 7
H = 8
I = 9
J = 10
K = 11
L = 12
M = 13
N = 14
O = 15
P = 16
Q = 17
R = 18
S = 19
T = 20
U = 21
V = 22
W = 23
X = 24
Y = 25
Z = 26


Dari perhitungan tersebut dapat dilihat :
 Attitude merupakan hal yang paling tinggi dan harus diperhatikan, walau pun orang memiliki uang ( harta ) dan hanya mengandalkan kerja keras dan jiwa kepemimpinannya juga tidak akan menghasilkan hal yang memuaskan. Karena orang tersebut harus mampu memadukan 3 hal tersebut dengan sebuah perilaku, sikap atau ATTITUDE yang baik.
          Ketika hal tersebut dimiliki oleh seorang generasi penerus bangsa maka akan lahir Pemimpan, pengusaha, dokter, perawat, bidan dan tenaga ahli lainya yang memiliki sikap yang empati pada orang lain dan kekutan dari kerja sama serta kempuan financial untuk membantu orang lain.
     Oleh sebab itulah ATTITUDE merupakan hal yang terpenting untuk mencapai hal yang diatas, sudah seharunya kita mempraktekanya, agar jadi dokter yang memiliki sikap yang baik.

       Ada banyak contoh yang bisa diambil, contoh terdekat saja yang sudah tertulis dan terbukti didunia ini yakni SIRAH NABI MUHAMMAD SAW, pribadi QURANI disertai akhlak yang sunguh luar biasa, silahkan pelajari dan ambil hikmah dari buku tersebut, para pengamat seorang pemimpin terbaik di dunia, nama beliau selalu di letakan di posisi ter atas insyallah kita akan menjadi mahasiswa yang luar biasa juga, karena beliau pantas di jadikan tauladan.